Minggu, 09 Agustus 2020

EVALUASI DIRI GURU


Evaluasi Diri Guru
(EDG) merupakan upaya untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya berkenaan dengan kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kendala bahkan ancaman. 

Tujuan EDG untuk melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya menyangkut kelemahan dan kekuatan terhadap tugas utamanya sebagai guru 

Hasil evaluasi diri dimanfaatkan untuk menyusun strategi dan rencana pengembangan, perbaikan program secara berkelanjutan. 

EDG diisi oleh guru yang bersangkutan dengan jujur dan bijaksana.

Download - Evaluasi Diri Guru

Kamis, 06 Agustus 2020

ANALISIS ULANGAN HARIAN


Analisis Penilaian Harian (Ulangan Harian) merupakan salah satu kegiatan guru yang wajib dilaksanakan setelah memberikan ulangan harian kepada siswa. Tujuan dari analisis tersebut adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana ketuntasan dan daya serap siswa terhadap kompetensi yang dipelajari.

Format dari analisis penilaian harian yang digunakan oleh guru sangat bervariasi atau berbeda antara sekolah yang satu dengan yang lain, tetapi yang penting mempunyai tujuan yang sama seperti yang sudah diuraiakan di atas.

Dalam kesempatan ini, kami mencoba berbagi tentang aplikasi analisis penilaian harian yang dapat digunakan untuk semua guru. Aplikasi ini berbentuk file pdf dengan kapasitas memori yang ringan. Dalam aplikasi ini anda dapat memilih bentuk analisis soal yang terdiri dari pilihan ganda, essay (uraian/isian) dan gabungan antara pilihan ganda dan essay, dengan jumlah butir soal yang bervariasi.

Barangkali berkenan untuk memakai aplikasi ini, silakan dapat anda unduh melalui link di bawah ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Selasa, 04 Agustus 2020

ANALISIS BUTIR SOAL


Kegiatan menganalisis butir soal merupakan salah satu “kewajiban bagi setiap guru”. Dikatakan kewajiban karena setiap guru pada akhirnya harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya ataupun kepada siswa itu sendiri tentang bagaimana dan sejauhmana penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai siswa terhadap materi dan keterampilan-keterampilan mengenai mata pelajaran yang telah diberikan. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diperoleh siswa dari hasil ulangan umum masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya nilai tersebut, dimungkinkan karena rendahnya kemampuan guru dalam melakukan evaluasi dan menyusun alat tes/alat evaluasinya. Adapun fungsi tes (Suharsimi, 1986:138) meliputi tiga hal, yaitu fungsi untuk kelas, fungsi untuk bimbingan, dan fungsi untuk administrasi.

Sejalan dengan pernyataan di atas, maka evaluasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahui tercapai tidaknya suatu tujuan pembelajaran, umpan balik bagi proses pembelajaran, sebagai dasar untuk menyusun laporan kemajuan belajar siswa, sebagai dasar merumuskan kriteria ketuntasan minimal dan untuk mengetahui sejauh mana kualitas butir soal yang disusun. Butir soal merupakan perangkat utama dalam sistem penilaian terhadap siswa di sekolah. Alat evaluasi yang berupa tes tertulis harus memiliki karakteristik atau syarat-syarat sebagai alat evaluasi yang baik, diantaranya harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, sebaran kunci jawaban, dan efektifitas pengecoh serta sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diukur. Oleh karena itu menganalisis butir soal harus merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang tidak dapat ditinggalkan. Sangat penting bagi guru untuk menentukan mana soal-soal yang cacat atau tidak berfungsi penggunaannya. Pendidik perlu meningkatkan kualitas butir soal melalui analisis terhadap komponen-komponen utama dari tiap-tiap butir soal yang meliputi (1) validitas (2) reliabilitas (3) tingkat kesukaran, (4) daya pembeda, (5) sebaran kunci jawaban, dan (6) efektifitas pengecoh soal. Salah satu tujuan dilakukannya analisis adalah untuk meningkatkan kualitas soal, yaitu apakah suatu soal (1) dapat diterima karena telah didukung oleh data statistic yang memadai, (2) diperbaiki, karena terbukti terdapat beberapa kelemahan, atau bahkan (3) tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara empiris tidak berfungsi sama sekali.
Tujuan analisis butir soal :

  1. mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum digunakan.
  2. membantu meningkatkan kualitas tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif
  3. mengetahui informasi diagnostik pada siswa, sudahkan mereka memahami materi yang telah diajarkan.

Untuk memudahkan guru dalam mengevaluasi dan membuat analisis penilaian butir soal PTS 2 tahun 2020 silahkan download link di bawah ini

  • Analisis Butir Soal SKI VII Semester I - unduh
  • Analisis Butir Soal SKI VII Semester II - unduh
  • Analisis Butir Soal SKI VIII Semester I - unduh
  • Analisis Butir Soal SKI VIII Semester II - unduh
Demikian atas sajian kami semoga bermanfaat. Terima kasih sudah mengunjungi blog kami. Salam Literasi!




Senin, 03 Agustus 2020

BUKU PEGANGAN GURU


Buku Pegangan Guru merupakan rencana kerja tahunan yang disusun guru sebagai upaya meningkatkan/memperbaiki kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Semua kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut guru berkaitan dengan tugas utamanya sebagai pendidik dan pengajar maupun yang berkaitan dengan tugas-tugas tambahan direncanakan di dalam buku tersebut.

Berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan profesi guru, di dalam buku ini juga disajikan rencana kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang akan dilakukann guru. Dengan demikian, buku pedoman guru sekaligus berfungsi sebagai pedoman dalam merencanakan kegiatan PKB sehingga profesionalitasnya dapat dikembangkan secara maksimal.

Berikut kami sajikan contoh BPG dalam format PDF:

  • BPG SKI Kelas VII - unduh
  • BPG SKI Kelas VIII - unduh
Demikianlah semoga bermanfaat. Salam Literasi.

Sabtu, 01 Agustus 2020

JURNAL GURU


Pengertian Jurnal Mengajar Guru, Fungsi, dan Contoh Formatnya

Perangkat pembelajaran menjadi alat atau perlengkapan guru dalam melaksakan pembelajaran. Perangkat pembelajaran harus disiapkan oleh guru sebelum menyelenggarakan pembelajaran.

Salah satu perangkat pembelajaran yang wajib dimiliki guru adalah jurnal mengajar guru. Jurnal mengajar guru merupakan salah satu dokumen perangkat pembelajaran yang ditulis oleh guru secara terus menerus setiap melaksanakan pembelajaran.

Jurnal mengajar adalah bagian dari Buku Kerja Guru yang perlu disiapkan guru sebelum memulai pembelajaran pada semester baru.

Fungsi Jurnal Mengajar Guru

Jurnal mengajar guru memiliki fungsi penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Jurnal mengajar digunakan guru untuk mencatat hal-hal terjadi dalam proses pembelajaran.

Jurnal mengajar berfungsi sebagai rekaman kegiatan pembelajaran, sehingga sering disebut juga sebagai jurnal reflekif guru.

Melalui jurnal mengajar tersebut, guru akan dapat menganalisis jenis hambatan pembelajaran dan juga kemajuan proses pembelajaran. Jurnal mengajar juga dapat menjadi acuan atau tolok ukur kualitas penyelenggaraan pembelajaran.

Format Jurnal Mengajar Guru

Di dalam membuat format mengajar guru, perlu diperhatikan komponen-komponen yang akan diisi sesuai kegiatan pembelajaran pada kurikulum yang berlaku.

Dengan demikian, penyusunan format mengajar guru dapat dilakukan sendiri oleh guru dan dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Contohnya, jika satuan pendidikan menerapkan pembelajaran dengan Kurikulum 2013, maka jurnal yang dibuat adalah jurnal mengajar guru Kurikulum 2013.

Berikut ini adalah beberapa komponen yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan jurnal mengajar guru:

1. Hari dan tanggal pelaksanaan pembelajaran

2. Materi pokok yang akan diajarkan

3. Batasan materi yang telah diajarkan

4.  Catatan temuan yang terjadi saat pembelajaran

5. Catatan refleksi pembelajaran untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

6. Kehadiran peserta didik

Berikut kami sisipkan beberapa contoh jurnal mengajar guru:

  • Jurnal Mengajar Guru SKI Kls VII Semester I - unduh
  • Jurnal Mengajar Guru SKI Kls VII Semester II - unduh
  • Jurnal Mengajar Guru SKI Kls VIII Semester I - unduh
  • Jurnal Mengajar Guru SKI Kls VIII Semester II - unduh
Demikian informasi mengenai pengertian Jurnal Guru Mengajar, Fungsi, dan contoh formatnya. Semoga bermanfaat.

Selasa, 28 Juli 2020

DAYA SERAP SISWA


Daya Serap
 Siswa diartikan sebagai suatu kemampuan peserta didik untuk menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan bahan mata pelajaran yang diajarkan gurunya.

Daya serap siswa masuk pada administrasi guru buku kerja 3, menghitung daya serap siswa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan peserta didik terhadap suatu Kompetensi dasar yang sudah dibahas apakah sudah tuntas atau belum tuntas sehingga guru bisa lanjut atau mengulang kompetensi dasar tertentu

Ada persyaratan untuk tuntas secara individual maupun secara klasikal.  Jika daya serap siswa terhadap KKM sama atau lebih besar dari 85 %  maka secara klasikal tuntas meskipun ada beberapa siswa yang belum tuntas secara individual, dalam hal ini pembelajaran lanjut dalam bentuk pengayaan untuk yang tuntas dan remedial untuk yang belum tuntas.  Jika daya serap belum mencapai 85 % maka secara klasikal belum tuntas meskipun ada beberapa siswa yang tuntas secara individual maka pembelajaran KD secara klasikal diulang sampai mencapai minimal 85 % baru lanjut.

Keterangan :

* Jika hasil analisa daya serap  sama atau lebih besar dari 85%  maka secara klasikal tuntas, artinya bagi yang tuntas diadakan pembelajaran pengayaan atau ke KD selanjutnya dan beberapa siswa yang belum tuntas diadakan pembelajaran remedial.

** Jika hasil analisa daya serap di bawah 85 % maka secara klasikal belum tuntas artinya harus mengulang kembali  KD tersebut tidak bisa lanjut ke pembahasan KD selanjutnya meskipun ada beberapa siswa yang tuntas.

Jadi untuk menganalisa daya serap ini bisa saja menghitung jumlah siswa yang tuntas dibagi dengan yang belum tuntas namun harus ada analisanya untuk mengetahui nilai rata-rata dalam bentuk fisik sebagai bukti administrasi guru telah melakukannya.  Hal ini berkaitan dengan Analisa hasil Penilaian.

Semoga bermanfaat.  File download di sini





Minggu, 26 Juli 2020

PENILAIAN HASIL BELAJAR


Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar.

Penilaian  Hasil  Belajar  oleh  Pendidik  memiliki  tujuan untuk:

  1. Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi;
  2. Menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi;
  3. Menetapkan  program   perbaikan   atau   pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi;
  4. Memperbaiki proses pembelajaran.
Selanjutnya ada beberapa aspek yang menjadi penilaian dalam pembelajaran;
Demikian sajian kami dalam mengulas penilaian hasil belajar siswa. Untuk penilaian siswa sengaja kami sajikan sederhana saja mengingat hal di atas barangkali bisa dibuat acuan dan refrensi bagi bapak/ibu. 

Terima kasih sudah mengunjungi website kami. Salam Literasi!